Kesombongan
Justru ketika Seseorang merasa telah menyatu dengan Kebenaran
maka tak pelak ia akan menjadi Anarkis, Rasis, Fanatis, Sadis
bahkan tanpa disadarinya...
karena Kesombongan adalah musuh yang Nyata.....
# Just Try To Have A Dialogue With My Self ! #
Justru ketika Seseorang merasa telah menyatu dengan Kebenaran
maka tak pelak ia akan menjadi Anarkis, Rasis, Fanatis, Sadis
bahkan tanpa disadarinya...
karena Kesombongan adalah musuh yang Nyata.....
Sudah hampir setahun belakangan ini aku didera 'penyakit' SMS. Terhitung sejak Desember tahun lalu (2004).
A. Gejala Penyakitnya adalah :
1. Tidak pernah membalas SMS dari siapapun yg masuk ke SMS Inbox-ku
2. Kalaupun Reply biasanya punya waktu jeda yg relatif lama (ber-jam2 or ber-hari2)
3. Selalu saja ada alasan untuk menunda Reply promptly langsung.....
B. Alhasil :
1. Banyak teman/sahabat memberi Cap 'Sombong' padaku
2. Banyak teman yg kapok mengirim SMS lagi kepadaku
3. Anggaran Pulsa HP jadi membengkak karena lebih prefer langsung call back pd yg bersangkutan (itu pun dengan syarat ada Mood, Kesempatan, dan masih ada pulsa)
Hikz.... :((
C. Kondisi Fakta lainnya :
1. Phone Book-ku udah kepenuhan (kapasitas SIM Card + Kapasitas Memory HP) FULL
2. Messege Inbox juga udah kepenuhan, karena penuh dengan SMS dari Nomor HP yg tidak ter-record dalam Phone Book (maksudnya sih ntar baru dijawab setelah tau siapa pengirimnya)
3. Jika aku ingin nge-save noHP baru maka aku harus Menimpah/Menindih/Replace salah satu nomor lama dari seseorang yg ada di Phone Book-ku
D Solusi yg coba kulakukan ke depan:
1. Beli Hand Phone Set yg punya Kapasitas memory phone book maupun Inbox SMS yg extra large...
2. Ganti Nomor/ Ganti Provider yg lebih handal dan lebih Murah untuk Call dan SMS
E. Analisa Akar Masalah :
Dari semua kejadian ini, aku blom menemukan akar masalah yg sebenernya...
Kalo dibilang sibuk, sebenernya sesibuk2nya orang, masih bisa juga disempetin untuk membalas walau di akhir hari, tapi yg jelas sih SIBUK PIKIRAN-nya..... entah mungkin aneh kedengarannya, tapi aku gak punya definisi lain untuk mendeskripsikan yg kurasakan soal ini. Bisa jadi memang erat hubungannya dengan Kejadian2 yg kualami sebelumnya. Jadi besar kemungkinan ini juga faktor Psikologis (walau blom sempet konsultasi sih). Mungkin juga karena 'pencarianku' blom tuntas. Entahlah....
Yang pasti aku gak pengin kehilangan perhatian sahabat apalagi sampai kehilangan sahabat hanya karena masalah Penyakit SMS ini.
Berbulan-bulan Blog ini gak keurus....
kasian juga ya...
aku merasa gak bertanggung jawab ama blog ini...
OK, mulai sekarang aku mulai isi lagi deh...
Ungkapan2 perasaan yg memang hampir mustahil 'keluar' dari diriku sehari-hari...
Menjadi Kloaka Kegundahanku yg tak sempat terlampiaskan dalam kehidupan nyata
Smoga tulisan2 sederhana ini bisa menjadi cermin tempatku belajar
tentang hidup dan kehidupan...
Amien
Bukan Manusia yang Tak Pernah Salah, Tak Pernah Kalah.....
Ksatria Sejati.....
Yang Tak Pernah Gentar Meragukan setiap Tawaran Kebenaran apapun
terlebih Warisan.....
Yang Tak Pernah Lelah Menjelajah Mencari Kesejatian dan Peran Diri yg Hidup
Yang Tak Pernah Ragu 'tuk berusaha berkata Tidak pada apapun kecuali yang Haq
Yang sanggup merasakan setiap Sayatan Luka, Tetesan Darah dari kekalahan pertempuran dengan Senyuman
Yang Tak Pernah Berhenti Mencoba 'tuk selalu Bangkit lagi.....
Inginku Menjadi !
I was Shutting Down for a while...
And now I'm trying to Boot My Life Up again...
I have to Wake Up & Move On
It's A New Beginning
Face A Brand New Life
It's so Hard to be Consistant!
But I Will Always Try...
Never Give Up.....
-Gud_Lak 4 Me & MySelf-
Adalah sebuah Fakta
Ketika Deskriminasi dan Ketidakadilan Terpampang di depan Mata kita
Namun Korbannya bukan kita sendiri, atau
Terlebih jika kita adalah bagian dari pihak yang diuntungkan dari proses deskriminasi tersebut.
Maka sebuah Fakta pula bahwa...
Kita kemudian berpura-pura tak pernah menyaksikan apapun
Kita hanya sanggup menatap nanar lalu mendesah Kasihan pada para korbannya
Namun tetap saja tak bertindak sesuatu pun jua...
bahkan ada sebagian kita yang justru mencibir pada mereka, para korbannya...
lalu melabelinya dengan label "Sok Sial, Sok Perasa, Sok Sensitif, Sok Pemberontak, Sok Berbeda, Sok Berani Melawan Arus, Sok Dizalimi, dan Sok2 yang lain"
Tiba-tiba Ketajaman Nurani kita menjadi Tumpul Seketika
Mata Bathin kita menjadi Buta seketika
Tak mampu melihat Hal Besar dibalik Hal Kecil yang kasat mata
Deskriminasi...
Sebuah kata yang memiliki banyak bentuk dan varian serta gradasinya
atas nama Gender, Ras, Agama, Suku, Bangsa, Keyakinan, Kelompok, Golongan, Kekayaan, Usia, Derajat Sosial, Jabatan, Senioritas, Gank.....
ada yang tersurat dalam tulisan
ada yang terucap dalam lidah berbentuk balutan kata-kata, bahkan dalam ucapan lirih nan halus bahasanya
ada pula yang terang-terangan dalam bentuk AKSI tindakan yang sangat Ofensif
sampai merenggut ribuan jiwa
dan lebih banyak lagi yang tersembunyi dalam hati sebagai potensi
seperti magma gunung berapi yang tak pernah kita tahu gejolaknya
Kucoba untuk melihatnya dari kacamata yang berbaik sangka
Ah...Mungkin bercanda, hanya senda gurau belaka
Ah...Mungkin ada beberapa kata lain yg belum terucap sebagai penjelasan
Ah...Mungkin suasana hati dan perasaanku yang berlebihan menanggapinya
Namun sekarang
nyatalah sudah......
Tak ada yang harus ditutupi lagi
Tersibak sudah rahasia hati
Deskriminasi Memang Benar2 Terjadi
Dia Eksis dalam arti yang sesungguhnya
Menjadi hantu yang tak pernah mati
Namun sekali lagi aku masih mencoba berbaik sangka...
bahwa mungkin deskriminasi kali ini adalah hanya sebuah akibat dari sesuatu yang lain
mungkin atas nama eksistensi diri
demi kegemilangan harga diri
kemegahan prestasi diri
kehausan atas pengakuan kepada EGO
rasa lapar terhadap pujian
demi Kehebatan Nama, Popularitas, Karir dst
Aku kecewa...
Ya ! Sangat !
Namun sekali-kali tidak kecewa terhadap prilaku deskriminatif itu
Tapi aku kecewa pada diriku sendiri
Mengapa aku begitu terlambat menyadarinya
However,
Puji Syukur aku Persembahkan KepadaMu
Pemilik Sah Semesta Alam dan Segala Isinya
Kali ini aku telah diajarkan tentang sebuah pengetahuan
Yang Tak Akan Pernah Kulupa
Semoga Memberi Hikmah yang Dalam
Dalam Kalbu dan Nalarku
Ya... Penguasa Jagad Raya
Tuntun aku untuk dapat melewatinya dengan cara terbaik
Bersihkan nuraniku dari Dendam Kesumat yang tak berkesudahan
Ajari aku agar aku dapat memahami dan mengimani apa arti Kasih & Sayang